Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Perkembangan teknologi pada abad 21 ini sudah semakin terbarukan tiap waktunya. Tak terkecuali teknologi dibidang biologi.

Salah satunya yaitu bayi tabung.

Kalian sudah pernah dengarkan istilah bayi tabung?

Mungkin yang ada di benak kalian, bayi yang dihasilkan di dalam tabung bukan di dalam rahim ibu. Hehe.

Pembahasan kali ini bukan terkait penjelasan tentang proses bayi tabung.

Melainkan apa saja komponen utama pembentukan manusia.

Sebelum manusia terlahir utuh dalam bentuk bayi, awalnya dari mana ya asalnya?

Nah berikut ini akan dijelaskan terkait spermatogenesis dan oogenesis agar kalian lebih paham dari mana awalnya kita berasal.

Selamat belajar..

Pengertian Spermatogenesis dan Oogenesis

1. Spermatogeneisis

Proses Spermatogenesis

Gametogenesis adalah proses pembuatan gamet, pada jantan disebut dengan spermatogenesis dan pada betina disebut oogenesis.

Sel gamet terdiri dari gamet jantan (spermatozoa) yang dihasilkan di testis dan gamet betina (ovum) yang dihasilkan di ovarium.

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa).  Sperma dibentuk di dalam testis, kemudian keluar menuju epididimis untuk mengalami pematangan. Kemudian bergerak menuju vas deferens dan tersimpan selama beberapa waktu.

Sebelum sperma ke luar tubuh melalui uretra, sperma mendapat cairan semen dari vesika seminalis, kelenjar prostate dan kelenjar cowper.

Sel spermatozoa, disingkat sperma yang bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melewati sebuah proses kompleks.

Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan dalam epididimis.

Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel germinal yang disebut spermatogonia (jamak).

Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapis luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.

Tahapan proses spermatogenesis dijelaskan sebagai berikut.

  1. Spermatositogenesis (spermatocytogenesis) adalah tahap awal dari spermatogenesis yaitu peristiwa pembelahan spermatogonium menjadi spermatosit primer (mitosis). Spermatosit melanjutkan pembelahan secara meiosis menjadi spermatosit sekunder dan spermatid.
  2. Spermiogenesis (spermiogenesis) adalah peristiwa perubahan spermatid menjadi sperma yang dewasa. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama dua hari.
  3. Spermiasi (Spermiation) adalah peristiwa pelepasan sperma matur dari sel sertoli ke lumen tubulus seminiferus selanjutnya ke epididimidis. Sperma belum memiliki kemampuan bergerak sendiri (non-motil).

Sperma non motil ini ditranspor dalam cairan testicular hasil sekresi sel Sertoli dan bergerak menuju epididimis karena kontraksi otot peritubuler.

Sperma baru mampu bergerak dalam saluran epidimis namun pergerakan sperma dalam saluran reproduksi pria bukan karena motilitas sperma sendiri melainkan karena kontraksi peristaltik otot saluran.

2. Oogenesis

Proses Oogenesis

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium).

Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan.

Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semua oogonia yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan.

Semula oogonia membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer.

Pada perkembangan fetus selanjutnya, semua oosit primer membelah secara miosis, tetapi hanya sampai fase profase.

Pembelahan miosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu menghasilkan sekitar dua juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai masa pubertas.

Memasuki masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan miosis I.

Hasil pembelahan tersebut berupa dua sel haploid, satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer.

Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan miosis II.

Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder.

Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder.

Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum.

Perbedaan Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Yuk kita simak penjabaran perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis yang disajikan dalam bentuk tabel berikut ini.

SpermatogenesisOogenesis
Pembelahan meiosisnya terjadi secara secara simetrisPembelahan meiosisnya terjadi secara secara asimetris
Spermatogenesis terjadi tanpa henti dan terjadi pada tubulus seminiferus yang berada di dalam testisOogenesisnya mempunyai periode istirahat yang panjang, oogenesis terjadi di folikel ovarium
Menghasilkan 4 sel sperma fungsionalMenghasilkan satu sel telur fungsional dan 2 sel polosit
Sel-sel sperma terus berkembang dan membelah sepanjang hidup laki-laki, sehingga jumlahnya akan selalu bertambahOvariumnya mengandung semua sel yang akan berkembang menjadi sel telur, sehingga jumlahnya akan selalu berkurang

Berikut ini akan dijelaskan lebih rinci terkait penjabaran keterangan masing-masing tabel.

1. Keterangan Tabel nomor 1

  • Simetris artinya ukuran oosit yang dihasilkan sama
  • Asimetris artinya ukuran oosit yang dihasilkan berbeda, ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil

2. Keterangan tabel nomor 2

Saat perempuan masih berada di dalam kandungan, tepatnya pada bulan kelima, sel germinativum di ovarium bayi akan membelah secara mitosis menjadi sel-sel oogonium.

Pada masa janin tersebut terdapat sekitar satu juta oogonium di dua ovariumnya.

Dan saat bayi perempuan tersebut lahir, oogonium menjadi empat ratus ribu dan akan berkurang lagi saat dia mengalami menstruasi pertamanya (menjadi empat ratus).

Salah satu dari empat ratus ribu oogonium di dalam janin akan mengalami masa tumbuh dan berkembang menjadi oosit primer.

Oosit primer ini kemudian mengalami dorman (fase istirahat) beberapa tahun hingga anak perempuan tersebut mengalami pubertas.

Seperti halnya pada wanita, sejak bayi laki-laki masih berada dalam kandungan ibunya, tepatnya pada usia kelima bulan, janin telah memiliki sejumlah bakal sel kelamin (primordial germ cell).

Hanya saja pada lelaki bakal sel kelamin tersebut tidak mengalami degenerasi sehingga jumlahnya pun tetap saat dilahirkan.

Ketika terjadi pembelahan meiosis 1 pada spermatogenesis, dihasilkan dua spermatosit sekunder.

Spermatosit sekunder yang satu akan berperan dalam spermatogenesis, sedangkan spermatosit sekunder yang satunya lagi akan bertindak sebagai induk sperma yang nantinya akan mnghasilkan bakal sel kelamin lagi.

Hal ini menyebabkan spermatogensis terjadi terus menerus tanpa fase istirahat.

3. Keterangan tabel nomor 3

Pembelahan pada meosis I pada oogenesis, terjadi secara asimetris (menghasilkan oosit berukuran besar dan kecil), hal ini yang menyebabkan terjadinya polosit.

Pada oosit yang berukuran kecil, volume sitoplasmanya lebih kecil dari volume intinya sehingga oosit tersebut tidak lagi dapat melakukan pembelahan dan terjadi degenerasi yang akhirnya disebutlah polosit.

Pada meiosis 1 hanya terbentuk satu polosit, sedangkan pada meiosis 2 terbentuk dua polosit sehingga hasil akhirnya terbentuklah satu sel telur dan dua polosit.

Hasil pembelahan pada meiosis 1 pada spermatogenesis, berupa spermatosis sekunder dengan ukuran yang sama besar.

Rasio ukuran hasil dari pembelahan ini yang menyebabkan sperma tersebut dapat membelah lagi dan pada akhirnya menghasilkan empat sperma yang fungsional.

4. Keterangan tabel nomor 4

Tabel nomor 4 akan dijelaskan lebih detail pada tabel berikut terkait perbedaan jumlah sel kelamin yang dihasilkan pada laki-laki dan wanita.

Laki-lakiWanita
Janin mempunyai 1 juta spermatogoniaJanin mempunyai 1 juta gonium
·Saat lahir, spermatogonianya tetap (satu juta)Saat lahir, goniumnya menjadi

400.000

Jika setiap satu spermatogonianya mengalami spermatogenesis, maka dia akan mempunyai empat juta spermaSaat menstruasi pertama,

goniumnya berkurang, menjadi 400

·

Spermatogenesis terjadi sepanjang hayat sehingga jumlahnya menjadi tak terhingga400/ 12 bulan = 35 tahun

Artinya 400 gonium ini bertahan untuk 35 tahun,

 

jika awal haidnya saat berumur 12 tahun maka : (35 +12) tahun = 47 tahun,

maka wanita tersebut  akan

monopouse pada umur 47 tahun.

Walaupun setiap satu kali ejakulasi mengeluarkan 2-5 mililiter sperma (1mm= 50-130 sperma), suku cadang sperma bisa bertahan sampai umur 50an tahun.

Berdasarkan uraian artikel di atas, kalian sudah paham kan terkait apa saja komponen pembentukan manusia (reproduksi manusia).

Awal pembentukan manusia dimulai dari peleburan sel sperma dan sel telur di dalam oviduk.

Sel sperma dihasilkan dari proses spermatogenesis dan sel telur dari proses oogenesis.

Leave a Comment