Perbedaan Pertumbuhan Primer dan Sekunder (+Tabel)

Pernahkah kalian merasakan nikmatnya menyantap sayur bayam di siang hari? Sayur bayam yang kalian makan tentunya tidak hanya daunnya kan, sekaligus batang bayamnya juga bisa dikonsumsi.

Setelah kalian merasakan nikmatnya sayur bayam, selanjutnya kita memanen buah mangga. Coba sejenak kalian bayangkan antara batang bayam dan batang mangga.

Adakah perbedaan keduanya?

Lalu, perhatikan juga tinggi kedua tanaman tersebut jika sudah berumur sekitar satu tahun.

Nah pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari lebih detail terkait pertumbuhan pada tanaman.

Pengertian Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

Secara ringkas pertumbuhan primer adalah penambahan panjang atau tinggi tanaman sedangkan pertumbuhan sekunder adalah penambahan diameter atau ketebalan dari tanaman.

1) Pertumbuhan Primer pada Tumbuhan

Pertumbuhan primer adalah proses ujung batang dan ujung akar yang tumbuh memanjang karena adanya aktivitas sel-sel meristematik primer.

Adanya jaringan meristem primer pada ujung akar dan ujung batang ini memungkinkan tumbuhan tumbuh lebih tinggi atau lebih panjang.

Sel-sel meristem dapat juga berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus.

Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu sebagai berikut.

  1. Daerah pembelahan terdapat pada ujung akar. Sel-sel meristem di daerah ini akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan struktur akar pertama.
  2. Daerah pemanjangan terletak setelah daerah pembelahan. Pada daerah ini, sel-sel mengalami pembesaran dan pemanjangan.
  3. Daerah diferensiasi merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.

2) Pertumbuhan Sekuder pada Tumbuhan

Pada tumbuhan dikotil, selain terdapat jaringan meristem primer di ujung akar dan ujung batang, juga terdapat jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder tersebut berupa kambium dan kambium gabus.

Pertumbuhan sekunder adalah bertambahnya besarnya batang dan akar tanaman sehingga tumbuhan menjadi lebih besar.

Adapun proses pertumbuhan sekunder adalah sebagai berikut.

  1. Kambium vaskuler membelah ke arah dalam membentuk xilem dan kearah luar membentuk floem
  2. Parenkim batang atau akar di antara vasis berubah menjadi cambium intervaskuler
  3. Felogen membelah ke arah luar membentuk feloderm.

Pertumbuhan sekunder pada pohon dikotil tidak tetap sepanjang tahun. Pada saat musim hujan dan cukup hara, pertumbuhan sangat cepat sedangkan pada saat musim kemarau, pertumbuhan sekunder akan lambat atau terhenti.

Aktivitas kambium membentuk xilem dan floem yang lebih cepat dari pada pembentukan kulit mengakibatkan kulit pohon (korteks dan epidermis) pecah.

Untuk mengatasinya felogen membentuk feloderm kearah dalam dan felem ke arah luar. Feloderm merupakan sel hidup, sedangkan sel felem merupakan sel mati.

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder seperti pada jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.

Semakin tua umur tumbuhan, batang tumbuhan dikotil akan semakin besar. Hal ini disebabkan adanya proses pertumbuhan sekunder.

Pertumbuhan sekunder ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil. Bagian yang paling berperan dalam pertumbuhan sekunder ini adalah kambium. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah.

Kambium membelah ke arah dalam membentuk xylem atau kayu sedangkan pembelahan ke luar membentuk floem atau kulit kayu yang menyebabkan diameter batang dan akar bertambah besar.

Kambium pada posisi seperti ini dinamakan kambium intravaskuler. Sel-sel parenkim yang terdapat di antara pembuluh, lama kelamaan berubah menjadi kambium. Kambiun ini dinamakan cambium intervaskuler

Pertumbuhan sekunder terjadi sebagai hasil aktivitas jaringan meristem sekunder yang terdapat pada tumbuhan dikotil berupa kambium dan kambium gabus.

Adanya pertumbuhan sekunder ini memungkinkan bertambah besarnya organ-organ tumbuhan.

Perbedaan Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Berikut ini akan dijelaskan dalam bentuk tabel terkait perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder agar kalian bisa lebih mudah memahami.

Pertumbuhan PrimerPertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan primer disebabkan aktivitas meristem apikalPertumbuhan sekunder disebabkan oleh adanya aktivitas meristem sekunder
Pertumbuhan primer terjadi di setiap bagian pada tanamanPertumbuhan sekunder terjadi pada tanaman gymnospermae dan angiospermae, kecuali monokotil
Pertumbuhan primer menghasilkan tumbuhan dalam sumbu longitudinal  (menambah tinggi atau panjang tanaman)Menghasilkan pertumbuhan radial (menambah diameter atau keliling batang tanaman)
Jangka waktu pertumbuhan primer ini ketika setelah diferensiasi jaringan pada tumbuhanJangka waktu pertumbuhan sekunder adalah ketika adanya bagian yang memang akan dikembangkan melalui proses kematangan
Pengembangan pada pertumbuhan primer terdiri dari korteks, epidermis, dan jaringan vaskular pada saat pertumbuhan primer berlangsungPengembangan pertumbuhan sekunder terdiri dari floem sekunder, xylem sekunder, lentisel, periderm, dan kulit kayu.

Berdasarkan uraian di atas, pastinya kalian sudah paham kan perbedaan antara pertumbuhan batang pada tanaman bayam dan mangga.

Pada tanaman mangga memiliki diameter batang yang bisa membesar dan berkayu, memiliki tinggi hingga puluhan meter, dan bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun.

Batang pada tanaman mangga termasuk tanaman dikotil yang memiliki kemampuan membelah diri dikarenakan aktivitas jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem tersebut berupa kambium dan kambium gabus.

Aktivitas kambium dan kambium gabus mengakibatkan pertumbuhan sekunder yaitu bertambah besamya batang dan akar tanaman.

Contoh Pertumbuhan Pada Akar dan Batang

Pertumbuhan pada organ tumbuhan yang akan dibahas adalah pertumbuhan akar dan pertumbuhan batang.

1. Pertumbuhan Akar

Bagian-bagian akar tumbuhan memiliki kecepatan pertumbuhan yang tidak merata. Bagian akar yang pertumbuhan paling cepat adalah bagian belakang ujung akar.

Pada akar tedapat tiga daerah pertumbuhan berdasarkan kecepatan pertumbuhannya, yaitu daerah pembelahan sel, daerah pemanjangan sel, dan daerah diferensiasi sel.

Pada ujung akar dan batang tumbuhan berbiji yang sedang aktif tumbuh, terdapat tiga daerah pertumbuhan dan perkembangan.

Daerah tersebut adalah daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.

a) Daerah Pembelahan Sel

Daerah Pembelahan, merupakan daerah yang paling cepat tumbuh. Daerah ini terletak bagian belakang ujung akar, meliputi tudung akar dan daerah meristem.

Tudung akar merupakan daerah akar yang terdapat di bagian akar paling ujung.

Tudung akar mempunyai beberapa fungsi, yaitu untuk mensekresikan cairan polisakarida dan melindungi daerah meristem akar.

Cairan polisakarida berguna untuk melumasi tanah di sekitar titik pertumbuhan akar sehingga menyebabkan tanah menjadi lunak dan mudah ditembus oleh akar.

b) Daerah Pemanjangan Sel

Sel-sel di daerah pemanjangan pembelahan lebih lambat dari pada sel meristem , akan tetapi memiliki kemampuan untuk memanjang lebih dari 9 kali panjang sel mula-mula.

Pemanjangan sel ini–sel ini berfungsi penting untuk menekan ujung akar supaya akar memanjang.

Sel – sel yang terdapat di daerah pemanjangan berfungsi untuk menyimpan makanan.

Ciri- ciri sel yang terdapat di daerah ini adalah sel- selnya relatif lebih tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radiasi dan bahan kimia beracun dibandingkan dengan sel yang terdapat di daerah lainnya.

c) Daerah Diferensiasi Sel

Daerah diferensiasi sel merupakan daerah tempat terjadinya pematangan sel. Daerah ini terletak di daerah paling akhir akar.

Pada daerah diferensiasi, sel-sel daerah pemanjangan mulai terspesialisasi struktur dan fungsinya.

Di daerah ini terdapat tiga sistem jaringan yang dihasilkan dari sel-sel meristem, yaitu protoderma, meristem dasar, dan prokambium.

Protoderma adalah lapisan terluar dari meristem primer yang akan berkembang menjadi epidermis.

Meristem dasar adalah lapisan kedua yang akan berkembang menjadi sistem jaringan dasar.

Jaringan dasar ini selanjutnya akan mengisi daerah lapisan korteks yang terdapat diantara stele dan epidermis.

Sementara prokambium adalah lapisan pusat (dalam) yang akan berkembang menjadi stele yang terdiri atas xilem dan floem.

Daerah Diferensiasi, terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi.

Artinya sel-sel telah berubah bentuk sesuai fungsinya. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, empulur, xilem dan floem.

2. Pertumbuhan Batang

Pertumbuhan batang meliputi pemanjangan dan diferensiasi. Daerah pertumbuhannya terletak di ujung batang dengan pembagian daerah yang berbeda-beda.

Pada batang tumbuhan dikotil terjadi pertumbuhan sekunder, yaitu pada kambium.

Kambium pada batang dibedakan menjadi dua yaitu kambium vaskuler (intravaskuler) dan kambium intervaskuler.

Kambium vaskuler adalah kambium yang terdapat di dalam ikatan pembuluh (vasis), berfungsi membentuk xilem (ke arah dalam) dan ke arah floem (ke arah luar).

Sedangkan kambium intervaskuler adalah kambium yang terletak diantara ikatan pembuluh, Adanya kambium intervaskuler yang bersambungan dengan kambium vaskuler akan menyebabkan terbentuknya lingkaran di dalam batang.

Sel-sel kambium membelah ke arah dalam membentuk xilem dan kearah luar membentuk floem.

Xilem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xilem sekunder dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut floem sekunder.

Pembentukan xilem sekunder dan floem sekunder dipengaruhi oleh musim dan menimbulkan adanya lingkaran tahun.

Kecepatan pertumbuhan antara xilem dan floem berbeda.

Kecepatan pertumbuhan kearah dalam jauh leih cepat, oleh karena itu xilem yang dihasilkan lebih tebal.

Adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan ini mengakibatkan jaringan epidermis dan korteks pada kulit terluar akan rusak (pecah ).

Rusaknya kulit terluar ini dapat membahayakan jaringan yang ada di dalamnya sehingga untuk mengatasi hal tersebut, disebelah dalam jaringan kulit terbentuk kambium gabus ( felogen ).

Feloderm merupakan sel-sel hidup, sedangkan felem merupakan sel- sel mati.

Leave a Comment