NOVEL: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik (Singkat)

Novel merupakan salah satu jenis karya sastra. Banyak hal menarik yang dapat diperoleh dengan membaca sebuah novel.

Hal-hal menarik tersebut secara tidak langsung juga dapat memengaruhi kehidupan pembaca.

Pengertian Novel

Novel adalah salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa yang mengisahkan problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang.

Novel itu sendiri berasal dari bahasa Italia, yaitu novella yang berarti sebuah barang baru yang kecil.

Novel menceritakan kehidupan para tokoh hingga terjadinya konflik yang dapat menyebabkan perubahan kehidupan para tokoh tersebut.

Ciri-ciri Novel

Novel lebih panjang daripada cerpen. Novel memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan karya sastra lainnya.

Di bawah ini uraian dari ciri-ciri novel.

  • Tema novel bersifat kompleks, yang ditandai dengan adanya tema-tema bawahan.
  • Memiliki tokoh yang banyak dengan karakter yang beragam.
  • Perwatakan atau penokohan disampaikan lebih mendalam atau detail.
  • Memiliki alur yang rumit dan panjang yang ditandai dengan perubahan nasib pada diri tokoh.
  • Beberapa peristiwa yang terjadi memengaruhi jalan cerita.
  • Latar yang meliputi wilayah geografi yang luas dan dalam waktu yang lebih lama.

Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik merupakan unsur-unsur yang menyusun/membentuk dari dalam sebuah cerita.

Unsur intrinsik meliputi:

  • Tema
  • Alur
  • penokohan
  • Amanat
  • Latar
  • Gaya bahasa
  • dan sudut pandang.

Untuk lebih jelasnya perhatikan urian dari unsur intrinsik berikut.

1. Tema

Tema adalah inti atau pokok yang menjadi dasar pembangunan sebuah novel.

Tema novel dapat berupa persoalan kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, persahabatan, petualangan, dan sebagainya.

Tema umumnya diungkapkan tersirat dan dapat diketahui setelah membaca novel tersebut secara keseluruhan.

2. Alur

Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam novel.

Alur memiliki pola pengembangan yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat.

Alur novel memiliki jalan yang panjang karena tema cerita yang dikisahkan lebih kompleks.

3. Penokohan

Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh dalam karya sastra.

Cara penggambaran watak tokoh ada dua macam.

Penggambaran secara langsung (analitik) yaitu penulis menyebutkan langsung karakter tokoh dan penggambaran secara tidak langsung (dramatik) yaitu melalui gambaran fisik , dialog, lingkungan, dan lain sebagainya.

4. Amanat

Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui karyanya.

Amanat disampaikan secara tersirat oleh pengarang dalam isi cerita.

Oleh karena itu, untuk menemukan amanat harus membaca keseluruhannya.

5. Latar

Latar atau setting adalah unsur dalam suatu cerita yang menunjukkan kapan, di mana, dan bagaimana peristiwa-peristiwa dalam cerita berlangsung.

Latar meliputi tempat, waktu, dan suasana. Latar bisa bersifat faktual atau imajinasi pengarang.

Gaya bahasa

Penggunaan gaya bahasa dalam sebuah cerita dapat berfungsi untuk menciptakan nada atau suasana persuasif.

Gaya bahasa juga dapat merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antartokoh.

Sudut pandang

Sudut pandang (point of view) merupakan posisi pengarang dalam cerita. Posisi pengarang ini terdiri atas dua macam.

Pertama, berperan langsung sebagai orang pertama sebagai tokoh yang terlibat dalam cerita. Kedua, orang ketiga yang berperan sebagai pengamat.

Unsur Ekstrinsik Novel

Terciptanya novel sering kali dipengaruhi oleh peristiwa tertentu atau kondisi sosial budaya ketika novel itu dibuat. Jika diperhatikan, tidak sedikit novel yang dipengaruhi peristiwa-peristiwa tertentu.

Atau kondisi politik, suasana alam sekitar, atau sosok tertentu yang memiliki pengaruh.

Unsur ekstrinsik dalam novel dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Latar belakang penulis
  2. Pendidikan penulis
  3. Pengalaman penulis

Pengaruh tersebut mungkin muncul pada tema, konflik, karakter tokoh, ataupun unsur-unsur lainnya. Hal tersebut dikatakan sebagai unsur ekstrinsik. Sebuah unsur yang membentuk novel dari luar novel itu sendiri.

Leave a Comment