Contoh Teks Anekdot Singkat

3 min read

Sering kita mendengar istilah anekdot dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan orang senang  membaca anekdot dengan alasan lucu. Padahal anekdot tidak hanya sekadar lucu, melainkan memiliki tujuan di dalamnya.

Bedasarkan kamus besar bahasa Indonesia, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal, dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Ada juga yang menyebutkan bahwa anekdot merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Struktur Teks Anekdot

  • Abstraksi         : pendahuluan yang menyatakan latar belakang atau gambaran umum
  • Orientasi         : menjelaskan masalah yang akan muncul.
  • Krisis               : menunjukkan inti dari permasalahan.
  • Reaksi             : respon dari masalah yang ada dan berisi menyelesaian masalah.
  • Koda               : penutup cerita atau akhir. Bagian ini bersifat opsional, bisa ada atau tidak.

Kaidah/Unsur Kebahasaan Teks Anekdot

1. Menggunakan kalimat yang menyatakan masa lalu.

Contoh: Di kelas Ucup dan Tono, dua siswa kelas X sedang berbincang tentang materi pelajaran.

2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban).

Contoh: Siapa yang tidak mengenal anggota DPR yang satu ini?

3. Konjungsi (kata penghubung) yang menunjukkan hubungan waktu.

Contoh: Setelah, berikut, lalu, selanjutnya, dan lain-lain.

4. Menggunakan kata kerja aksi.

Contoh: mengajar, berdiri, mengejar, mengajak, dan lain-lain

5. Menggunakan kalimat perintah.

Contoh: “Silahkan ambil buku itu!

6. Menggunakan kalimat seru.

Contoh: “Loh, apa hubungannya.”

Ciri-Ciri Teks Anekdot

  1. Digunakan untuk menyampaikan kritik dengan bahasa yang tidak menyakiti.
  2. Disajikan dengan singkat, menarik, lucu, dan megesankan.
  3. Mengangkat cerita mengenai orang penting seperti tokoh masyarakat atau tokoh terkenal.
  4. Mengandung unsur tidak sebenarnya terkait tokoh dalam cerita, tempat kejadian, dan waku peristiwa.
  5. Dapat disajikan dalam bentuk teks atau dialog dengan kalimat langsung atau narasi.

Tujuan Teks Anekdot

Tentu setiap teks memiliki tujuan tersendiri. Dalam teks anekdot juga memiliki tujuan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tujuan tersebut di antaranya sebagai berikut:

  1. Memberikan hiburan kepada para pembaca.
  2. Sebagai sarana kritik dan menyindir pihak-pihak tertentu.
  3. Memberikan gambaran karakter tokoh atau figur dengan singkat dan jelas.

Berikut adalah beberapa contoh dari teks anekdot.

1. Contoh Teks Anekdot Singkat

Gara-Gara Sudah

Senin pagi, hari pertama ujian kenaikan sekolah. Ibu Susi sedang menjadi pengawas. Ibu Susi terkenal sebagai guru yang tegas dan tidak segan-segan menyuruh siswa keluar jika ketahuan mencontek atau curang. Kebetulan Ibu Susi menjadi pengawas di ruang satu, yang terkenal dengan siswa gaduh dan bermasalah.

Selama ujian berlangsung, kondisi ruang satu cukup kondusif.  Namun lima belas menit menjelang ujian berakhir, kelas menjadi berisik dan gaduh. Ibu Susi berusaha menenangkan. Dia menegur salah satu siswa yang duduk di bangku pojok belakang.

Ibu Susi           : “Hai kamu! Jangan berisik! Kamu sudah?

Siswa               : “Iya bu, saya sudah.

Ibu Susi           : “Kalau begitu kumpulkan saja lembar jawabannya!

Siswa               : “Masih belum selesai, Bu!

Ibu Susi           : “Lho, katanya sudah? Sekarang bilang belum.

Siswa               : “Maaf bu, saya memang sudah. Tapi belum selesai mengerjakan?

Ibu Susi           : “Kamu mau mempermainkan saya? Sudah, keluar ruangan sekarang! Ibu Susi mulai menjadi kesal. Ia merasa dipermainkan oleh siswanya.

Siswa               : “Mohon maaf, Bu. Saya memang sudah. Lengkapnya Sudarianto. Saya belum selesai mengarjakan.”

Ibu Susi          : “Oh, nama kamu Suda. Baiklah selesaikan ujiannya kalau begitu.”

2. Contoh Teks Anekdot Lucu

Sales Kompor dan Admin

Atok seorang sales kompor. Beberapa hari yang lalu ia membeli HP baru hasil menabung berbulan-bulan. HP lamanya sudah tidak bisa digunakan dan terlalu jadul. Seharian ini ia mengotak-atik HP barunya. Ia ingin seperti teman-temannya yang bisa main facebook dan WA. Bayu anak laki-lakinya sudah kesal melihat ayahnya seharian bermain facebook dan WA.

Atok    : “Bagaimana cara membuat status di WA?”

Bayu    : “Tinggal diketik atau unggah foto di bagian status.”

Atok    : “Kalau membalas komentar di facebook bagaimana?”

Bayu    : “Klik tulisan balas di komentar.”

Atok    : “Ayah belum masuk di grup WA keluarga besar. Tolong masukkan!”

Bayu mulai jengkel dan tidak sabar dengan Atok yang banyak keinginannya.

Bayu    : “Iya ini saya masukkan ke grup keluarga besar. Sekalian Ayah saya jadikan admin grup!”

Atok    : “Lho… saya kerjanya sales kompor, bukan admin grup.”

Bayu    : “Hadeeeh…”

3. Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Pelajaran yang Disukai

Suatu hari di sebuah kelas, seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran yang paling disukai.

Guru    : “Anak-anak, saya ingin tahu jam pelajaran apa yang kalian sukai. Sebutkan beserta alasannya!”

Indra   : “Saya suka jam Matematika karena bisa menghitung, Pak!”

Guru    : “Bagus sekali, Indra!”

Ayu     : “Saya suka jam Kimia, Pak! Karena gurunya baik sekali.”

Tiwi     : “Kalau saya suka jam Bahasa Inggris, karena ingin keliling dunia.”

Guru    : “Wah, keren sekali.”

Tono    : “Saya menyukai tiga jam pelajaran, Pak!”

Guru    : “Ini baru hebat! Apa saja itu Tono?”

Tono    : “Saya suka jam pelajaran kosong, jam istirahat, dan jam pulang sekolah, Pak!”

Guru tersebut tidak bisa berkata apa-apa. Ia langsung menjelaskan materi di hadapan kelas.

4. Contoh Teks Anekdot Politik

Pelukis dan Pejabat

Pagi itu Mamat dan Udin berada di sebuah pameran lukisan di kota mereka. Keduanya mendapat tugas dari guru seni budaya untuk mengunjungi pameran lukisan dan mengamatinya.

Hampir semua lukisan tidak luput dari pengamatan Mamat dan Udin. Namun keduanya masih bingung dengan semua lukisan abstrak yang ada pada pameran tersebut. Keduanya berhenti di sudut ruang pameran.

Udin    : “Kamu tahu apa persamaan pelukis dengan pejabat?”

Mamat : “Pelukis dan pejabat jelas beda, Udin. Kalau pelukis itu orang yang profesinya Melukis. Kalau pejabat itu pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting.”

Udin    : “Salah. Mau tahu apa persamaannya?”

Mamat : “Apa?”

Udin    : “Keduanya suka pamer.”

Mamat : “Kok bisa?”

Udin    : “Kalau pelukis itu suka pamer lukisannya setelah bekerja. Kalau pejabat suka pamer kekayaan tanpa bekerja!”

Mamat tidak bisa berkata apa-apa. Ia melanjutkan tugasnya untuk mengamati lukisan yang belum selesai.

5. Contoh Teks Anekdot Sindiran

Tukang Tidur Profesional

Budi sedang bingung. Sudah satu minggu ia dipecat dari tempat ia bekerja gara-gara ketahuan tidur di kantor saat jam kerja. Kali ini ia gusar karena belum juga mendapat panggilan kerja dari perusahaan yang ia kirimi surat lamaran kerja.

Untuk meghibur diri, Budi ke warung kopi dekat rumahnya. Di sana ia melihat Anton temannya, sedang duduk-duduk di warung kopi. Kemudian Budi menghampirinya.

Budi    : “Anton, kalau punya informasi lowongan kerja tolong beri tahu saya. Saya butuh pekerjaan.”

Anton  : “Ada, kerjanya gampang gajinyapun lumayan besar.”

Budi    : “Kerja apa itu yang gampang dengan gaji besar.”

Anton  : “Menjadi tukang tidur profesional.”

Budi    : “Ah, jangan main-main kamu. Saya sedang serius mencari pekerjaan ini.”

Anton  : “Saya tidak main-main, Bud. Kerjanya mencoba kasur di hotel. Nanti kamu disuruh tidur dan ditanya bagaimana kasurnya. Apakah nyaman buat tidur atau tidak.”

Budi    : “Berapa gajinya, Ton?”

Anton  : “Enam belas juta tiap bulan.”

Budi    : “Wah, besar sekali. Aku mau kalau begitu.”

Anton  : “Ada yang lebih besar dari itu, Bud. Gajinya puluhan juta bahkan sampai ratusan juta. Kadang dapat bonus jalan-jalan ke luar negeri.”

Budi    : “Serius kamu, Ton? Apa kerjanya tidur di kasur juga?”

Anton  : “Iya, kerjanya cuman tidur saja. Tapi bukan di kasur. Melainkan di kursi saat rapat di gedung DPR.”

Budi hanya diam terpekur begitu Anton menjelaskan pekerjaan yang terakhir. setelah itu ia memesan kopi untuk menenangkan pikirannya.

Demikianlah pembahasan kami tentang teks anekdot. Semoga bisa membantu dan memberikan manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *